SANTO MIKAEL PELINDUNG

 Kisah Santo Mikhael



Santo Mikhael, Sang Malaikat Perang itulah yang saya ketahui sepintas dengan santo ini. Santo Mikhael adalah pengawal perang Gereja. Tidak hanya itu ternyata, Gereja di daerah timur memberikan sebutan Santo Mikhael sebagai santo penyembuh. Namun sebenarnya Santo Mikhael bukanlah orang biasa atau manusia. Mikhael disebut “santo” karena Mikhael adalah malaikat yang bertugas melindungi manusia. Saya mencoba mencari tahu tentang Santo Mikhael, karena ada beberapa doa yang menyatakan devosi terhadap Santo Mikhael ini. Sumber link terkait dapat dilihat pada bagian bawah postingan ini.
Nama Mikhael berarti “Siapa dapat menyamai Tuhan?” Tiga kitab dalam Kitab Suci bercerita tentang St. Mikhael, yaitu Kitab Daniel, Kitab Wahyu dan Surat Yudas. St. Mikhael dikisahkan dalam Kitab Suci sebagai pimpinan perang dalam pertempuran besar yang terjadi di surga. Mikhael dan malaikat-malaikat penghuni surga berperang melawan setan atau kekuatan iblis. Mikhael menjadi pemenang karena setia kepada Tuhan.




Ada pula kisah mengenai mukjijat dari St. Mikhael, saya menemukan kisah ini dari sebuah blog. Dikisahkan di daerah Kolose ada sumber-sumber mata air, di mana tempat itu dikatakan bahwa St. Mikhael dikatakan telah menariknya keluar dari bebatuan di daerah tersebut. Kaum Pagan memerintahkan dilakukan upaya untuk menghancurkan sumber mata air yang datang dari St. Mikhael tersebut dengan cara membanjiri dengan air, tetapi Malaikat Perang membelah batu-batu yang ada di sana dengan kilat untuk memberikan tempat baru bagi air yang membanjiri tempat tersebut dan memisahkannya dengan air yang datang dari sumber mata air aslinya.
Kisah lainnya terjadi di Konstantinopel. St. Mikhael merupakan malaikat penyembuh yang hebat dari surga. Para penganut Kristen dari Mesir menempatkan sungai sumber kehidupan milik mereka, Sungai Nil, di bawah perlindungan St. Mikhael. Di Roma, gereja-gereja didirikan dan dipersembahkan untuk St. Mikhael. Pada masa pemerintahan St. Gregorius, beliau memerintahkan untuk dilakukannya prosesi permohonan ampun, dimana beliau sendiri menggendong patung Perawan yang terberkati selama prosesi tersebut berlangsung. Delapan puluh orang meninggal selama prosesi itu, tetapi St. Gregorius Agung terus melanjutkan doa-doanya. Ketika mereka sampai pada sebuah jembatan yang menyeberangi daerah Tiber, mereka mendengar lagu-lagu dari para malaikat di angkasa. Tiba-tiba di atas menara kastil San Angelo, St. Mikhael muncul dalam ukuran raksasa. Di tangan kanannya ia menggenggam sebuah pedang yang dibenamkan di dalam sarungnya. Di saat yang bersamaan, musibah penyakit di kota itu perlahan-lahan menghilang.
Tidak banyak kisah yang bisa saya temukan yang ditulis secara berurutan, karena memang Mikhael adalah malaikat, bukan manusia. Kisah-kisah mukjijatnya lah yang membuatnya dikenal, yang menunjukkan kebesaran Allah Bapa di surga. Saya pernah membaca sebuah doa devosi pada St. Mikhael, dan sekarang saya coba mencarinya lagi dan menemukan doa dan devosi terhadap St. Mikhael.

Komentar